Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Lalu, selanjutnya?

Aku dalam keadaan terbaik. Tanpa gangguan dari apapun dan siapapun. Bagai air danau yang mengeluarkan siluet karena terbenamnya sang surya. Tenang...tidak sedang senang, tidak sedang bimbang. Hanya ada aku dan pikiranku untuk diriku sendiri. Sedang tidak butuh apapun dan siapapun. Semua berputar sesuai keinginan, cukup...tidak ingin bertambah. Rasanya seperti ingin menari kecil bersama musik yang lembut, tidak dengan siapa-siapa, sendiri cukup. Selanjutanya? Bisakah tetap di sini saja? Tanpa bergerak. Tanpa tumbuhnya tulang. Tanpa banyak tujuan dan tuntutan.

Untuk aku, dariku.

Untukku yang pundaknya harus dipaksa kuat, hai boleh kamu berhenti sebentar. Aku tahu banyak kehilangan yang tak ada jeda di tahun kemarin. Sulit ya? Ingat...tak ada daging yang tumbuh tanpa topangan tulang. Bingung ya ketika kamu kecewa, tapi dipaksa waktu untuk ketawa? Jatuhkan saja sebutir air mata di atas lukamu, biar lukamu tahu ada jiwa yang harus ditumbuhkan. Jangan terlalu lama...waktu tidak akan menunggumu. Banyak beban luar biasa di sepanjang pendewasaanmu, aku tahu. Ayo kamu harus tetap berjalan! Sudah bisa kakimu menopang pundakmu lagi? Berdirilah...jangan terlalu lama singgah! Banyak luka yang harus sembuh, Banyak kahilangan yang harus direlakan, Banyak sekitar yang harus kamu ikut tumbuhkan, Banyak jarak yang harus kamu lewati tanpa peduli rintangan, Banyak kesembuhan yang kamu nantikan. Siapkan pundaknya lagi ya, Scorpio yang suka warna hitam. KAMU HEBAT.

Hai Bakpao, apa kabar?

Hai kamu, kulihat di fotomu, kamu sehat ya. Alhamdulillah. Aku kangen :( Semenjak kamu menikah, kita jarang sekali deeptalk seperti sebelumnya loh hehe Aku cuma mau bilang terima kasih ke kamu. Terima kasih, karena kamu, aku jadi mulai berani kenal dengan orang baru, sudah tidak pemalu seperti waktu SMA. Terima kasih, karena kamu, aku salah sangka. Tadinya kukira kamu tidak bisa kesepian, selalu butuh teman, makanya kamu susul aku ke jakarta yang keras ini. Tapi setelah kita naik motor kena macet, banjir sampe larut malam, pergi kantor sebelum matahari terbit, mudik berdua, ke pasar, masak buat bekel, jajan cemilan kesukaan.. Ternyata aku baru sadar sekarang, justru aku yang takut kesepian dan selalu butuh ditemani, bukan kamu. Terima kasih, karena kamu selalu ada disaat aku ada di dasar, banyak masalah di kantor, di rumah. Sahabat yang selalu mengancam kalo aku nggak belajar keras untuk karirku. Ada waktu sakit, walaupun nggak ngapa-ngapain juga sih tapi seneng ada kamu, aku merasa ...